Categories
Berita

Antara Caltex dan Chevron serta YPC Bag2

Guru-guru yang tadinya mendapat pensiun dengan rumus 1,5 persen x gaji x masa dinas, diganti dengan sistem pesangon, tanpa dijelaskan apa rumusnya. Guru yang pensiun sejak 2008 mendapat pesangon berbeda-beda. Perbedaan itu menimbulkan kebingungan. Ada guru yang masa tugas dan golongannya rendah mendapatkan pesangon lebih tinggi dan sebaliknya. Ini menimbulkan masalah bagi 80-an guru yang pensiun setelah tahun disebutkan.

Masalahnya telah/sedang dibicarakan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/dinas tenaga kerja/dinas kebudayaan/asuransi. Pertanyaannya adalah apakah manajemen Chevron di Jakarta dan Texas mengetahui masalah ini? Pengurus Yayasan menyebutkan bahwa Chevron tidak lagi bertanggung jawab perihal yayasan ini. Apa benar Chevron sebesar ini/kelas dunia yang prinsip perusahaannya adalah memberikan keberuntungan bagi siapa saja di mana Chevron berusaha.

Jika memang Chevron tidak akan lagi peduli pendidikan di Indonesia, jelaskan secara profesional kepada kami, guru-guru YPC! Jangan hanya di mulut pengurus Yayasan saja. Kata Bapak Ahmad Bambang, Direktur Pemasaran Pertamina, ”Pertamina harus menjadi rahmatan lil alamin bagi rakyat Indonesia.” Chevron semestinya melebihi itu. kami hanyalah guru, yang juga manusia. Tak elok kita berhitung untung dan rugi. Kami hanya tak ingin dibodoh-bodohi. Jangan sampai kami bertindak di luar dugaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *