Categories
Parenting

“Aku Mau Di Sekolah Ajah!” Bag2

Interaksi anak dan guru cukup intens karena bertemu setiap hari, meski hanya beberapa jam. Guru juga membantu anak dalam belajar banyak hal, serta memberi anak ke sempatan bereksplorasi di lingkungan sekitar. Guru, khususnya wali kelas anak, biasanya juga telaten dan sabar menghadapi anak, sehingga anak merasa dekat dengannya.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Ketiga, perbedaan signifi kan antara pola asuh yang diterapkan orangtua di rumah dan bagaimana guru memperlakukan anak di sekolah. Mama Papa yang cenderung overprotective kadang banyak melarang ini itu pada setiap tindakan anak. Misal, di rumah anak dilarang memegang gunting, karena dianggap berbahaya, sementara di sekolah anak diajarkan tak hanya memegang gunting, namun juga bagaimana cara menggunting dengan benar dan aman. Selain itu, karena kesibukan harian (baik bekerja maupun pekerjaan rumah tangga), kadang kita jarang mendampingi anak bermain di rumah.

Sebaliknya, di sekolah guru siap mendampingi anak dan membimbing anak kapan saja. BAGAIMANA MEMBUJUKNYA? Susah-susah gampang memang membujuk anak yang betah di sekolah hingga jam pulang. Padahal, saat waktu sekolah usai, guru biasanya punya pekerjaan lain yang harus di selesaikan. Kalaupun anak terpaksa bermain lebih lama di sekolah karena belum dijemput, jelaskan pula hal ini tidak akanterjadi setiap hari. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu menjemput tepat waktu. Karenanya, tegaskan pada anak, setelah jam sekolah usai, ia harus pulang. Itu peraturannya. Di luar itu, minta guru mengondisikan anak saat tiba waktunya pulang.

Misal, dengan mendendangkan lagu tentang pulang sekolah, “…esok kami ‘kan tidak sekolah, belajar bersama-sama di rumah.” Bisa juga dengan menyampaikan pesan tentang hal yang perlu dilakukan di rumah, contoh meminta anak bercerita tentang kegiatan di sekolah hari ini atau membantu pekerjaan di rumah. Jika anak masih ingin bermain di sekolah, temani anak bermain sejenak. Katakan pula kapan waktunya anak harus selesai bermain dan pulang. “Sampai jarum pendek di angka 11, kita pulang ya,” sambil menunjuk jam dinding di sekolah. Mama harus tetap konsisten saat waktunya habis, jangan memperpanjang lagi waktu bermainnya di sekolah. Segeralah beranjak keluar sekolah sesuai waktu yang disepakati.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Gangguan Seputar Miss V Bag2

Perempuan dengan gizi buruk lebih berisiko terkena trichomoniasis, karena daya tahan tubuh yang lemah membuatnya lebih rentan terjangkit bakteri ini. Begitu pula jika Mama dan pasangan tak menjaga higienitas pribadi. DAMPAK PADA KESUBURAN: Bila tidak ditangani segera, infeksi yang berkepanjangan dapat membuat Miss V memproduksi lendir berlebihan.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Akibatnya, sperma sulit menuju indung telur. Selain itu, jika naik ke panggul bakterinya dapat menimbulkan infeksi dan sumbatan pada saluran telur. PENGOBATAN: Setelah jenis bakteri diketahui melalui pemeriksaan cairan vagina di laboratorium, dokter obgin akan memberikan antibiotik seperti metronidazole untuk menghentikan perkembangannya. PENCEGAHAN: Jagalah higienitas daerah kelamin (begitu pula dengan pasangan). Perhatikan kuku jemari tangan, karena kuku panjang yang kotor dapat menimbulkan iritasi bila menggores Miss V saat membersihkannya.

Bersihkan Miss V dari depan ke belakang, jangan sebaliknya, untuk menghindari bakteri dari anus berpindah ke vagina. BACTERIAL VAGINOSIS Normalnya, pada Miss V ter- dapat bakteri ”baik”dan ”jahat”. Bakteri ”baik” berfungsi me ngontrol perkembangan bakteri “jahat”. Ketika terjadi ketidakseimbangan dan jumlah bakteri “jahat” lebih banyak, kondisi ini disebut bacterial vaginosis. Gejalanya: cairan Miss V berwarna putih keabu-abuan atau kekuning-kuningan dan berbau tidak sedap, kadang disertai rasa gatal dan nyeri saat berkemih.

PENYEBAB: Jumlah bakteri ”jahat” (anaerobik) melebihi bakteri “baik” (lactobacillus) di Miss V. Terlalu sering menggunakan pembersih kewanitaan juga menjadi salah satu sebab ketidakseimbangan jumlah bakteri ini. DAMPAK PADA KESUBURAN: Setiap infeksi di daerah Miss V berpotensi mengganggu kesuburan. Lendir yang berlebihan dapat menghambat perjalanan sperma menuju indung telur. Apalagi jika bakteri sudah naik ke daerah panggul dan menyebabkan infeksi pada saluran telur.

Oleh karena itu, sebelum merencanakan kehamilan, Mama sebaiknya memeriksakan diri ke dokter obgin. Pasalnya, selain mengganggu kesuburan, infeksi organ reproduksi juga berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan serta persalinan. Pengobatannya pun lebih sulit bila Mama telanjur hamil karena ditakutkan bisa berdampak buruk pada janin. PENCEGAHAN: Sesungguhnya, Miss V bisa membersihkan diri sendiri, lo, Ma. Karena itu, tak perlu menggunakan pembersih kewanitaan secara berlebihan.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Superhero Idolaku

Batita Mama sering bergaya bak Batman atau superhero lainnya? Jangan dilarang, ya, Ma! Sebab, menurut Jane M. Healy, Ph.D., penulis buku Your Child’s Growing Mind: Brain Development and Learning from Birth to Adolescence, menirukan superhero dapat mengasah keberanian dan kepercayaan dirinya.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Selain itu, aktivitas berlari dan berlompat yang dilakukannya saat menirukan sang idola akan membuat si batita tetap aktif dan membangun kekuatan, keseimbangan, serta koordinasi tubuhnya. Pastikan saja si batita menikmati petualangannya dengan aman dan jelaskan bahwa boleh saja dia berlagak bak pahlawan yang kuat, selama tidak melukai diri sendiri maupun orang lain. Tekankan padanya, superhero itu keren bukan karena mereka kuat, melainkan karena mereka menolong orang lain.

Sebanyak 14% Batita Hobi Munim Kopi

Penelitian yang dilakukan di beberapa negara menemukan, sekitar 14% anak 2 tahun mengonsumsi kopi setiap hari. Menurut hasil penelitian yang dimuat di Journal of Human Lactation ini, anak-anak minum rata-rata 30 ml kopi setiap hari dan kopi itu diberikan oleh orangtua mereka. Selain itu, sekitar 2,5% anak berusia 1 tahun juga sudah minum kopi. “Pemberian kopi bagi batita sedikit banyak berhubungan dengan budaya,” kata Anne Merewood, direktur Breastfeeding Center di Boston Medical Center dan asisten profesor bidang kedokteran anak di Boston University School of Medicine.

Pada masyarakat Latin Amerika, anak-anak mulai minum kopi setiap hari sejak masih kecil dan ini sudah jadi hal umum, imbuh Merewood. Sementara anak-anak dari negara lain, seperti Australia, Myanmar, dan Ethiopia hanya minum kopi sesekali. Padahal, menurut studi lainnya, anak usia 2 tahun yang terbiasa minum kopi atau teh yang dicampur gula di antara waktu makan atau sebelum tidur berisiko tiga kali lipat lebih besar mengalami obesitas saat masuk taman kanak-kanak.

Naik Eskalator

“Salsa suka sekali diajak ke mal. Saking senangnya, sejak di parkiran dia sudah heboh, ‘Nanti main, ya, Ma/Pa,’ katanya. Lucunya, di mal saat naik eskalator, dia tidak mau digendong. Saya, kan, takut karena eskalator tidak aman untuk anak-anak. Jadinya setiap kali harus naik eskalator, papanya harus bersiaga memeganginya dan saat sampai tujuan, papanya harus sigap mengangkatnya.” Sri Wahyuningsih, mama dari Salsabila Nashwa Chaerunisa (3,11)

Categories
Parenting

Hari Cuci Tangan Sedunia

Masih banyak orang mengabaikan cuci tangan. Kebiasaan sederhana namun menyehatkan ini bahkan sering dilupakan masyarakat. Maka itulah, Hari Cuci Tangan Sedunia (HCTS) yang diperingati setiap 15 Oktober diadakan demi mengingatkan masyarakat tentang pentingnya cuci tangan. Pada Kamis (22/10) Rumah Sakit Antam Medika pun turut memeringati HCTS. Acaranya aksi cuci tangan dengan mengajak 150 anak sekolah dasar Muhammadiyah 41.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Hal ini dirasa cukup efektif sebagai langkah menanamkan kesadaran hidup bersih bagi anak-anak. “Saya bersama murid serta rekan guru sangat antusias dalam acara ini. Kegiatan positif yang berguna bagi kesehatan tentu perlu ditanamkan sejak dini, mengingat kebersihan adalah sebagian dari iman. Terlihat sepele, namun cuci tangan merupakan kegiatan yang berdampak besar bagi kesehatan kita,” ungkap Raharjo Sugiatno, Kepala Sekolah Muhammadiyah 41.

RS Antam Medika selalu menerapkan prosedur cuci tangan untuk menjaga kesterilan. Di antaranya cuci tangan sebelum kontak dengan pasien, sesudah kontak dengan pasien, sebelum memberikan tindakan preventif pada pasien, saat menyentuh area pasien, setelah menyentuh area yang terkontaminasi cairan seperti urine serta darah, dan lainnya. Cuci tangan bisa dilakukan dengan menggunakan air maupun handrub. Bila kondisi tangan terlihat kotor dan terkontaminasi cairan darah disarankan untuk mencuci tangan dengan mengguna kan sabun. Namun penggunaan handrub tidak kalah baik dengan sabun.

Tangan yang terlihat bersih belum tentu terhindar dari bakteri, oleh sebab itu penggunaan handrub dinilai cukup efektif dalam kegiatan sehari-hari. Handrub disediakan di berbagai tempat di RS Antam Medika. “Rangkaian mencuci tangan yang baik penting dilakukan untuk membunuh bakteri serta mikrob yang terdapat pada tangan dan jari. Kami selalu menekan kan hal ini pada setiap tenaga medis kami, terutama setiap kali memulai dan mengakhiri aktivitas demi menjaga kebersihan,” jelas Susi Apri Kusumawati, Suster Kepala RS Antam Medika yang memandu aksi tersebut.

Agar Anak Nggak Gampang Sakit

Apakah si kecil sering sakit? Sebentar-sebentar panas, batuk, atau pilek. Wah, pasti membuat kita selalu khawatir. Sebenarnya, “sakit” adalah suatu tanda ketika sistem imunitas tubuh anak tidak bisa dalam hal melawan serangan virus, kuman, atau bakteri dari luar tubuhnya. Nah, supaya enggak gampang sakit, tentunya kemampuan sistem imunitas anak perlu ditingkatkan. Caranya? Sila baca buku ini, Mama Papa. Di dalamnya terdapat cara-cara meningkatkan sistem imunitas anak. Buku ini juga terdapat kelengkapan dengan cara memantau tumbuh kembang anak, penyakit yang sering menyerang sistem imunitas anak, serta resep masakan dan ramuan herbal yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh si kecil.

sumber : pascal-edu.com