Categories
Parenting

Superhero Idolaku

Batita Mama sering bergaya bak Batman atau superhero lainnya? Jangan dilarang, ya, Ma! Sebab, menurut Jane M. Healy, Ph.D., penulis buku Your Child’s Growing Mind: Brain Development and Learning from Birth to Adolescence, menirukan superhero dapat mengasah keberanian dan kepercayaan dirinya.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Selain itu, aktivitas berlari dan berlompat yang dilakukannya saat menirukan sang idola akan membuat si batita tetap aktif dan membangun kekuatan, keseimbangan, serta koordinasi tubuhnya. Pastikan saja si batita menikmati petualangannya dengan aman dan jelaskan bahwa boleh saja dia berlagak bak pahlawan yang kuat, selama tidak melukai diri sendiri maupun orang lain. Tekankan padanya, superhero itu keren bukan karena mereka kuat, melainkan karena mereka menolong orang lain.

Sebanyak 14% Batita Hobi Munim Kopi

Penelitian yang dilakukan di beberapa negara menemukan, sekitar 14% anak 2 tahun mengonsumsi kopi setiap hari. Menurut hasil penelitian yang dimuat di Journal of Human Lactation ini, anak-anak minum rata-rata 30 ml kopi setiap hari dan kopi itu diberikan oleh orangtua mereka. Selain itu, sekitar 2,5% anak berusia 1 tahun juga sudah minum kopi. “Pemberian kopi bagi batita sedikit banyak berhubungan dengan budaya,” kata Anne Merewood, direktur Breastfeeding Center di Boston Medical Center dan asisten profesor bidang kedokteran anak di Boston University School of Medicine.

Pada masyarakat Latin Amerika, anak-anak mulai minum kopi setiap hari sejak masih kecil dan ini sudah jadi hal umum, imbuh Merewood. Sementara anak-anak dari negara lain, seperti Australia, Myanmar, dan Ethiopia hanya minum kopi sesekali. Padahal, menurut studi lainnya, anak usia 2 tahun yang terbiasa minum kopi atau teh yang dicampur gula di antara waktu makan atau sebelum tidur berisiko tiga kali lipat lebih besar mengalami obesitas saat masuk taman kanak-kanak.

Naik Eskalator

“Salsa suka sekali diajak ke mal. Saking senangnya, sejak di parkiran dia sudah heboh, ‘Nanti main, ya, Ma/Pa,’ katanya. Lucunya, di mal saat naik eskalator, dia tidak mau digendong. Saya, kan, takut karena eskalator tidak aman untuk anak-anak. Jadinya setiap kali harus naik eskalator, papanya harus bersiaga memeganginya dan saat sampai tujuan, papanya harus sigap mengangkatnya.” Sri Wahyuningsih, mama dari Salsabila Nashwa Chaerunisa (3,11)

Categories
Parenting

Hari Cuci Tangan Sedunia

Masih banyak orang mengabaikan cuci tangan. Kebiasaan sederhana namun menyehatkan ini bahkan sering dilupakan masyarakat. Maka itulah, Hari Cuci Tangan Sedunia (HCTS) yang diperingati setiap 15 Oktober diadakan demi mengingatkan masyarakat tentang pentingnya cuci tangan. Pada Kamis (22/10) Rumah Sakit Antam Medika pun turut memeringati HCTS. Acaranya aksi cuci tangan dengan mengajak 150 anak sekolah dasar Muhammadiyah 41.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Hal ini dirasa cukup efektif sebagai langkah menanamkan kesadaran hidup bersih bagi anak-anak. “Saya bersama murid serta rekan guru sangat antusias dalam acara ini. Kegiatan positif yang berguna bagi kesehatan tentu perlu ditanamkan sejak dini, mengingat kebersihan adalah sebagian dari iman. Terlihat sepele, namun cuci tangan merupakan kegiatan yang berdampak besar bagi kesehatan kita,” ungkap Raharjo Sugiatno, Kepala Sekolah Muhammadiyah 41.

RS Antam Medika selalu menerapkan prosedur cuci tangan untuk menjaga kesterilan. Di antaranya cuci tangan sebelum kontak dengan pasien, sesudah kontak dengan pasien, sebelum memberikan tindakan preventif pada pasien, saat menyentuh area pasien, setelah menyentuh area yang terkontaminasi cairan seperti urine serta darah, dan lainnya. Cuci tangan bisa dilakukan dengan menggunakan air maupun handrub. Bila kondisi tangan terlihat kotor dan terkontaminasi cairan darah disarankan untuk mencuci tangan dengan mengguna kan sabun. Namun penggunaan handrub tidak kalah baik dengan sabun.

Tangan yang terlihat bersih belum tentu terhindar dari bakteri, oleh sebab itu penggunaan handrub dinilai cukup efektif dalam kegiatan sehari-hari. Handrub disediakan di berbagai tempat di RS Antam Medika. “Rangkaian mencuci tangan yang baik penting dilakukan untuk membunuh bakteri serta mikrob yang terdapat pada tangan dan jari. Kami selalu menekan kan hal ini pada setiap tenaga medis kami, terutama setiap kali memulai dan mengakhiri aktivitas demi menjaga kebersihan,” jelas Susi Apri Kusumawati, Suster Kepala RS Antam Medika yang memandu aksi tersebut.

Agar Anak Nggak Gampang Sakit

Apakah si kecil sering sakit? Sebentar-sebentar panas, batuk, atau pilek. Wah, pasti membuat kita selalu khawatir. Sebenarnya, “sakit” adalah suatu tanda ketika sistem imunitas tubuh anak tidak bisa dalam hal melawan serangan virus, kuman, atau bakteri dari luar tubuhnya. Nah, supaya enggak gampang sakit, tentunya kemampuan sistem imunitas anak perlu ditingkatkan. Caranya? Sila baca buku ini, Mama Papa. Di dalamnya terdapat cara-cara meningkatkan sistem imunitas anak. Buku ini juga terdapat kelengkapan dengan cara memantau tumbuh kembang anak, penyakit yang sering menyerang sistem imunitas anak, serta resep masakan dan ramuan herbal yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh si kecil.

sumber : pascal-edu.com