Categories
Berita

Merayakan Jazz Hingga Lereng Gunung Bag12

Saat pertama kali UVJF digelar pada 2013, 90 persen pergelaran ini merupakan hasil kerja gotongroyong, dari musikus lokal, nasional, dan luar negeri hingga alat dan sound system. Konsep ini masih terus dipertahankan dengan melibatkan komunitas yang lebih luas, seperti dari kalangan fotografer dan komunitas peduli lingkungan. Keberanian itu bukan tanpa risiko.

Yang pasti, secara fnansial UVJF belum bisa dibilang menangguk untung. Dengan pengunjung sekitar 3.000 orang setiap kali digelar, penjualan tiket, sponsor, dan sewa stan belum bisa menutupi biaya produksi, yang tahun ini mencapai sekitar Rp 800 juta. Tahun lalu mereka malah menanggung kerugian hingga Rp 170 juta karena sejumlah musikus batal hadir karena pesawatnya terhalang oleh letusan Gunung Raung, Jawa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *